Aktivasi Otak Tengah | Franchise Otak Tengah
aktivasi otak Analisa Bakat Melalui Sidik Jari
Aktivasi Otak Gratis Jadwal Aktivasi Otak
otak tengah midbrain activation indonesia stimulasi otak otak tengah indonesia aktivasi otak tengah mid brain activation indonesia aktivasi otak otak tengah otak tengah mesencephalon activation midbrain activationmesencephalon activation indonesia aktivasi otak mesencephalon activation indonesia midbrain activation midbrain activation
[ MENU ]
 FAQ


[ ARTIKEL ]

  • penyebab kesulitan belajar pada anak

  • riset membuktikan belajar musik meningkatkan kemampuan otak anak

  • ini jawaban mengapa kemampuan belajar tiap orang berbeda

  • usia ideal bagi anak untuk masuk sekolah dasar

  • tips melatih indera bayi

  • baca novel bisa meningkatkan fungsi otak





  • [ STAT ]





     

    Tips Mengajarkan Anak Mengendalikan Diri

    Kategori : Tips
     
     
     
    Mengajar pengendalian diri adalah salah satu hal yang paling penting yang bisa dilakukan orangtua untuk anak-anak mereka karena merupakan keterampilan penting untuk sukses di kemudian hari.

    Misalnya, jika Anda mengatakan bahwa Anda tidak melayani permintaan es krim sampai selesai makan malam, anak Anda mungkin menangis, memohon, atau bahkan berteriak dengan harapan  Anda akan mengabulkan. Tetapi dengan pengendalian diri, anak Anda bisa memahami bahwa marah dan mengamuk berarti es krim sama sekali tidak didapatkan pada hari itu, dan lebih bijaksana untuk menunggu dengan sabar.

    Berikut adalah beberapa saran untuk membantu anak-anak belajar mengendalikan perilaku mereka:

    Usia Sampai 2
    Bayi dan balita bisa frustasi oleh kesenjangan antara hal-hal yang mereka inginkan dan apa yang mereka bisa lakukan. Mereka sering merespon dengan amarah. Cobalah untuk mencegah ledakan dengan mengalihkan si kecil Anda dengan mainan atau kegiatan lain. Untuk anak-anak diatas umur 2 tahun yang sudah memahami perkataan Anda, cobalah terapkan “timeout” (setrap) di tempat tertentu - seperti kursi dapur- untuk menunjukkan hukuman karena berteriak-teriak, sampai ia menjadi reda dan tenang, baru kemudian ajak bicara baik-baik.

    Usia 3 sampai 5
    Anda dapat terus menggunakan timeout, tetapi lebih baik menegakkan batas waktu tertentu,  akhiri setelah anak Anda tenang. Hal ini membantu anak-anak meningkatkan pengendalian diri. Dan pujilah anak Anda agar tidak kehilangan kendali dalam situasi frustasi atau sulit.

    Usia 6 sampai 9
    Sebagai anak-anak sekolah, mereka lebih mampu memahami konsekuensi dan mereka bisa memilih berprilaku baik atau buruk. Ini dapat membantu anak Anda untuk membayangkan perhentian yang harus dipatuhi dan berpikir sebelum menjawab. Dorong anak Anda untuk keluar dari situasi frustasi selama beberapa menit untuk menenangkan diri daripada harus berteriak.

    Usia 10 sampai 12

    Anak-anak lebih tua biasanya lebih memahami perasaan mereka. Doronglah mereka berpikir tentang apa yang menyebabkan mereka kehilangan kendali dan menganalisanya. Jelaskan bahwa kadang-kadang situasi yang mengecewakan pada awalnya, akhirnya tidak begitu mengerikan. Jelaskan pada anak-anak untuk berpikir sebelum berbuat menanggapi situasi.

    Usia 13 hingga 17

    Sekarang anak-anak harus mampu mengendalikan sebagian besar tindakan mereka. Beritahu mereka agar mereka harus berpikir jangka panjang sebelum melakukan sesuatu. Lebih baik bicara baik-baik daripada kehilangan kendali, membanting pintu, atau berteriak. Jika perlu, disiplinkan remaja Anda dengan jalan tertentu untuk menguatkan pesan bahwa pengendalian diri merupakan keterampilan penting.

    Ketika Anak Hilang Kendali

    Mungkin sama sulitnya, menahan keinginan untuk berteriak ketika Anda mendisiplinkan anak-anak Anda. Sebaliknya, Anda haruslah tegas dan sungguh-sungguh. Selama anak-anak ngambek, tetap tenang dan jelaskan bahwa berteriak, membuat ulah, dan membanting pintu adalah perilaku yang tidak dapat diterima yang akan mendapat hukuman - dan katakan apa hukumannya.

    Tindakan Anda akan menunjukkan bahwa amukan tidak akan mendapatkan anak-anak di atas angin. Misalnya, jika anak Anda marah di supermarket setelah Anda menjelaskan mengapa Anda tidak akan membeli permen, jangan menyerah dengan perilaku itu. Ia harus mengerti bahwa kemarahan tidak dapat diterima dan tidak efektif. 

    Saran: Sebaiknya buatlah kesepakatan dengan anak sebelum berbelanja jika anda ingin mengajaknya. Misalnya, nanti di toko, adik hanya bisa membeli 1 susu kotak coklat kesukaannya. Dengan adanya kesepakatan, di toko nanti dia tidak akan marah ketika Anda melarangnya mengambil barang lain diluar hal yang telah disepakati.

    Juga, pertimbangkan untuk bicara dengan guru anak Anda tentang pengaturan kelas dan perilaku yang sesuai harapan. Tanyakan apakah pemecahan masalah yang diajarkan atau ditunjukkan di sekolah.

    Dan model pengendalian diri sendiri yang baik. Jika Anda dalam situasi jengkel dan anak-anak Anda bersama, beritahu mereka mengapa Anda frustrasi dan kemudian membahas solusi untuk masalah ini. Misalnya, jika Anda telah salah menaruh kunci Anda, jangan emosi, katakan pada anak-anak Anda, kunci telah hilang dan anda bisa mencari bersama-sama. Jika mereka tidak ditemukan, gunakan langkah selanjutnya, coba ingat-ingat lagi kapan terakhir Anda membawa kunci itu dan tempat apa yang anda lalui. Tunjukkan bahwa pengendalian emosi yang baik dan pemecahan masalah merupakan cara untuk menghadapi situasi yang sulit.  (Erabaru/art)
     
    Artikel Lain :
    jangan remehkan orang autis, mereka sebenarnya cerdas

    penyebab kesulitan belajar pada anak

    tips memelihara kesehatan otak

    menuntut anak berprestasi

    aktivasi otak dan kecerdasan spiritual

     
    Dibaca : 8185 kali

     

    OTAKTENGAHINDONESIA.COM
    Baping Training Centre
    Jl.Haji Baping No.56, Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia 13750
    HP : 0857-7969-8247, 0818-9510-70, 0812-1234-6758
    Fax. (021) 877-87912, Email : Info@otaktengahindonesia.com