Aktivasi Otak Tengah | Franchise Otak Tengah
aktivasi otak Analisa Bakat Melalui Sidik Jari
Aktivasi Otak Gratis Jadwal Aktivasi Otak
otak tengah midbrain activation indonesia stimulasi otak otak tengah indonesia aktivasi otak tengah mid brain activation indonesia aktivasi otak otak tengah otak tengah mesencephalon activation midbrain activationmesencephalon activation indonesia aktivasi otak mesencephalon activation indonesia midbrain activation midbrain activation
[ MENU ]
 FAQ


[ ARTIKEL ]

  • penyebab kesulitan belajar pada anak

  • riset membuktikan belajar musik meningkatkan kemampuan otak anak

  • ini jawaban mengapa kemampuan belajar tiap orang berbeda

  • usia ideal bagi anak untuk masuk sekolah dasar

  • tips melatih indera bayi

  • baca novel bisa meningkatkan fungsi otak





  • [ STAT ]





     

    Mengenal Tingkat Kemampuan Anak Pasca Aktivasi Otak Tengah

    Kategori : Umum
     
     
     
    Untuk menguji kemampuan beraktivitas dengan mata tertutup, kita harus memahami tingkatan kemampuan anak karena tiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Pasca aktivasi, ada anak yang kemampuannya tinggi namun ada juga yang masih rendah.

    1. Jangkauan Radar

    Anak yang telah teraktivasi bisa diukur kekuatan radarnya dengan melihat seberapa kuat radar tersebut menjangkau area disekitar tubuh. Bagi yang radarnya belum kuat, kemampuan misalkan menebak benda dengan mata tertutup hanya bisa dilakukan jika benda tersebut berada di depannya dan berada di bawah mata (eye level).

    Nah... karena hanya bisa menebak objek yang berada dibawah mata, maka aktivasi otak tengah kerap menjadi gunjingan bahwa ini merupakan trik mengintip. Padahal ini adalah pertanda radar belum mampu menjangkau seluruh area. Para pemula biasanya berada pada level ini.

    Anak-anak yang telah berlatih dengan baik, radarnya akan mampu menjangkau diatas mata (above eye level), lalu diatas kepala (ubun-ubun), lalu dibelakang tubuh anak (360 derajat), artinya adalah anak-anak mampu "melihat" benda yang ada dibelakang tubuhnya. Mereka yang mampu meradar sampai 360 derajat juga akan mampu menebak kartu gambar atau membaca kartu baca tanpa menyentuh benda tersebut (meradar jarak jauh) dan juga mampu membaca kartu/dokumen dalam posisi terbalik (tertutup).

    Para orang tua bisa bertanya sendiri kepada anak sensasi apa yang mereka rasakan sehingga mereka bisa menebak dan anak-anak akan menjawab dengan jujur. Biasanya ada yang mengatakan melihat gambaran mental, mendengar, mampu meraba dengan kulit, memiliki perasaan yang kuat dan lain sebagainya.

    2. Kekuatan Radar

    Semakin kuat radar, semakin mudah menembus ketebalan perangkat yang menutupi matanya. Para pemula biasanya mudah menembus kain yang menutupi matanya karena kain cenderung lembut (tidak solid/keras) sehingga radarnya mudah menembus.

    Jika kekuatan radar meningkat, seseorang akan mampu menembus perangkat yang menutupi matanya dimana perangkat itu lebih tebal, keras dibandingkan kain misalnya kacamata renang yang telah dicat/dilakban, membaca kartu dalam posisi terbalik, membaca kartu yang terletak dibawah meja atau ditutupi tangan, dan yang lebih hebat lagi, mampu "melihat" benda yang ada dibalik tembok atau bahkan lemari besi (brangkas) serta mampu menebak kartu/membaca dokumen dalam posisi terbalik (tertutup). Anak-anak usia dibawah 10 tahun biasanya lebih banyak yang memiliki kemampuan pada level ini.

    Kami pernah mengujicoba anak usia 7 tahun dengan memakai kacamata renang yang dicat warna hitam lalu dilapisi lagi dengan tisu dan mereka tetap mampu "melihat" dengan baik dan tebakannya tidak pernah ada yang meleset. Namun ketika kami mengujicoba remaja berusia 16 tahun, dia tidak mampu menebak karena radarnya tidak mampu menembus ketebalan kacamata renang tersebut. Remaja tersebut baru bisa menebak dengan benar jika media penutup matanya diganti dengan kain.

    Orang-orang skeptis biasanya tidak mengetahui jenjang atau tingkatan radar ini. Mereka hanya tahu jika seorang anak punya kemampuan mata tertutup maka harus bisa melihat dengan cara dan alat apapun yang menutupi matanya serta harus bisa menebak benda yang diletakan dimanapun. Dan jika gagal menebak, maka hal itu dianggap anak telah mengintip. Tentu saja kesimpulan tersebut terlalu dangkal karena kekuatan radar tiap anak berbeda. Nah dengan melakukan pengujian kepada anak-anak/keluarga anda yang dipercaya, maka anda yang skeptis sekalipun nantinya akan memahami dengan sendirinya bahwa radar tiap anak berbeda kekuatannya.


    Syarat Menguji Anak :

    Sebelum melakukan pengujian, kita harus memahami bahwa yang diuji adalah anak (bukan orang dewasa) jadi pengujian tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang semaunya. Dalam menguji anak, kita tidak bisa memaksa. Untuk anak yang tidak mau, terkadang kita harus menyesuaikan diri dengan hobi mereka agar mereka mau diuji. Misalnya ada anak yang hobinya main bola, maka kita bisa menguji anak tadi dengan cara mencari bola dan menendangnya sambil tutup mata.

    Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pada saat menguji adalah :

    1.    Anak harus memiliki kemauan atau moodnya baik. Jika tidak mau maka jangan dipaksa karena pengujian memerlukan konsentrasi yang baik. Ketika anak berkonsentrasi, usahakan tidak menyentuh fisik anak-anak dengan merangkul, menyentuh wajah dan gangguannya lainnya karena akan mengganggu konsentrasi. Jika konsentrasi terganggu maka intuisi/radar sulit untuk aktif. GUGUP/tidak tenang,kelelahan, udara panas juga bisa menyebabkan anak kesulitan konsentrasi.

    Ketika anak tenang, maka ia dengan mudah masuk ke kondisi alpha-theta sehingga mampu menebak dengan baik. Pengujian di depan banyak orang bisa juga dilakukan asal si anak tenang. Jika si anak gugup/grogi/tidak tenang maka hampir bisa dipastikan intuisi tidak akan berjalan dengan baik.

    Jadi pastikan segala sesuatunya nyaman baik pribadi anak maupun lingkungan sekitar. Pengujian dalam suasana yang nyaman dan kekeluargaan sangat direkomendasikan karena akan membuat anak tenang sehingga dapat berkonsentrasi dengan baik.

    2.    Lihat kemampuan radar si anak dengan menguji misalnya melalui penutup mata berupa kain. Jika kain sudah berhasil, gunakan kacamata renang yang telah lakban atau dicat hitam dan dilapisi lagi dengan tisu, jika berhasil juga cobalah menebak gambar/kartu dari jarak jauh (tanpa menyentuh objek) atau menebak benda dibalik kotak yang tertutup, jika sudah berhasil juga, ujilah dengan mendeteksi benda dibalik tembok dan pada kemampuan yang lebih tinggi lagi mampu menebak kartu yang akan dikeluar ketika kartu masih dikocok.

    Sangat penting untuk dipahami bahwa kemampuan seperti ini bukanlah melatih anak untuk menjadi "ninja" dan sejenisnya namun melatih anak memasuki kondisi gelombang otak alpha atau kondisi paling kreatif/khusyu'. Dengan berlatih memasuki kondisi khusyu' maka anak akan lebih mudah berkonsentrasi dalam menyerap pelajaran, beribadah lebih khusyu, emosi lebih terkendali, lebih mudah dalam menghafal dan akan makin tajam intuisinya. Intuisi ini kelak akan berguna bagi anak dalam memutuskan segala sesuatu dalam hidupnya seperti dalam karir, bisnis, keluarga dan lain sebagainya. Orang yang memiliki intuisi yang kuat akan lebih mudah sukses dalam hidupnya karena mampu meminimalisir kesalahan dalam pembuatan keputusan.
     
    Artikel Lain :
    dahsyatnya intuisi menurut tokoh dunia

    belajar musik bantu perkembangan otak anak

    ilmuwan : musik bikin otak anak lebih cerdas

    umur 1-6 tahun penting dikenalkan bahasa inggris

    demo aktivasi otak tengah dengan kacamata renang yang di cat

     
    Dibaca : 3260 kali

     

    OTAKTENGAHINDONESIA.COM
    Baping Training Centre
    Jl.Haji Baping No.56, Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia 13750
    HP : 0857-7969-8247, 0818-9510-70, 0812-1234-6758
    Fax. (021) 877-87912, Email : Info@otaktengahindonesia.com