Aktivasi Otak Tengah | Franchise Otak Tengah
aktivasi otak Analisa Bakat Melalui Sidik Jari
Aktivasi Otak Gratis Jadwal Aktivasi Otak
otak tengah midbrain activation indonesia stimulasi otak otak tengah indonesia aktivasi otak tengah mid brain activation indonesia aktivasi otak otak tengah otak tengah mesencephalon activation midbrain activationmesencephalon activation indonesia aktivasi otak mesencephalon activation indonesia midbrain activation midbrain activation
[ MENU ]
 FAQ


[ ARTIKEL ]

  • penyebab kesulitan belajar pada anak

  • riset membuktikan belajar musik meningkatkan kemampuan otak anak

  • ini jawaban mengapa kemampuan belajar tiap orang berbeda

  • usia ideal bagi anak untuk masuk sekolah dasar

  • tips melatih indera bayi

  • baca novel bisa meningkatkan fungsi otak





  • [ STAT ]





     

    Ahli Neurologi : Aktivasi Otak Tengah Aman Untuk Anak-Anak

    Kategori : Umum
     
     
     
    Ada metode pendidikan yang kini diperkenalkan kepada masyarakat. Yakni, pelatihan untuk “membangunkan” otak tengah. Metode itu masuk ke Indonesia sekitar dua bulan lalu, namun sudah membuat para orang tua penasaran. Seperti apa?

    TEPUK tangan riuh ibu-ibu yang berkerumun di Taman Pintar, Yogyakarta, tak membuat Ilyas grogi. Dengan mata tertutup kain hitam, tangan mungil bocah sembilan tahun itu bergerak lincah mengambil bola beraneka warna. Bola itu didekatkan hidungnya, seakan dicium, lalu dengan tepat, satu per satu dimasukkan ke toples yang tutup bawahnya diberi warna sama.

    "Wah, sulapan ini, pasti rekayasa," kata Sugeng, salah seorang penonton dengan nada mencibir. Sore itu Ilyas dan lima temannya memamerkan kemampuan otak tengahnya di Gerai IT, Taman Pintar, Yogyakarta. Karena lokasi demo di tengah-tengah food court Taman Pintar, tak pelak demo itu menarik perhatian banyak orang.

    Para trainer otak tengah yang mendampingi Ilyas dkk hanya tersenyum mendengar komentar Sugeng. Mereka lantas mencopot kain hitam yang dikenakan Ilyas. "Silakan Mas, dicoba sendiri saja," ujar Nurhidayanto trainer otak tengah, dengan kalem.

    Sugeng memasang sendiri kain hitam itu di matanya. Lalu, dengan meraba-raba, tangannya berusaha meraih bola-bola yang terserak secara acak. Dapat bola warna merah muda (pink). "Nah, sekarang dimasukkan toples," kata Nurhid, panggilan Nurhidayanto.

    Tampak percaya diri, Sugeng memasukkan bola itu ke toples. Tapi salah, bola pink dimasukkan ke toples hijau. "Huuu, salah," sorak penonton, lalu tertawa. Sugeng tak peduli. Dia meraba-raba lagi. Kali ini dia mendapat bola hijau. Tapi, bola itu dimasukkan ke di toples warna biru. "Salah lagi," sorak penonton.

    Akhirnya, pemuda itu menyerah. Dia melepas kain hitam di matanya sambil cengengesan. "Peteng tenan Mas, ora ngapusi (Gelap benar Mas, tidak bohong)," katanya kepada Jawa Pos. Saat dicek, kain itu memang kain asli dan bukan semacam  properti sulap yang banyak diperjualbelikan dengan harga Rp 200 ribuan.

    Ilyas tak hanya pamer kemampuan memilah bola. Saat Nurhid menulis kata-kata "Aku Cerdas" di whiteboard, Ilyas fasih membaca dengan mata tertutup. Dia juga bisa mewarnai gambar di buku dengan pas tanpa melihat.

    Masih dengan mata tertutup, siswa SD Negeri Gunturan, Bantul, DIY, itu bisa menemukan ibunya, Siti Nur Awallu, yang berdiri di kerumunan penonton yang memang didominasi ibu-ibu. "Alhamdulillah, sejak mengikuti aktivasi otak tengah kemampuan belajarnya meningkat. Dia (Ilyas, Red) senang sekali belajar sekarang," kata Siti.

    Anaknya itu, menurut Siti, ada perubahan signifikan di rumah maupun di sekolah. "Dia menjadi lebih  kalem, tidak gampang marah, dan manut sama wong tuwa (patuh kepada orang tua)," tutur istri M. Yahya itu.

    Beberapa teman Ilyas, seperti Naufal, Sajid, dan Aiman, juga mempunyai kemampuan yang hampir sama. "Naufal sekarang tidak pernah mengompol lagi," kata Nurhidayanto sambil merangkul bocah kecil bernama lengkap Muhammad Faizuddin Naufal itu. "Efek (pelatihan) itu kepada setiap anak tidak persis. (Misalnya) pada Ilyas, kemampuan indera penciumannya meningkat berpuluh kali lipat," lanjut dia.

    Setelah diaktivasi, kesannya terhadap warna pun menjadi berbeda. Misalnya, warna pink berbau menyengat, sedangkan warna hijau kurang menyengat. "Bisa juga dengan diraba. Misalnya, saat mengurutkan kartu, warna tertentu di jari-jari anak rasanya kasar, warna yang lain lembut," papar alumnus Ilmu Komunikasi UGM itu.

    "Memang, tidak semua bisa mengakses metodologi latihan ini karena sifatnya terbatas," katanya. "Kami mendapat lisensi (pelatihan) ini secara franchise dari Sichida Internasional pimpinan Prof Makoto Shichida," lanjut dia.

    Pelatihan itu dilakukan di ruangan yang kedap suara atau minimal tidak ada gangguan audio visual. Ruangan yang bebas berisik dan bebas bising penting karena salah satu resep aktivasi otak tengah itu menggunakan gelombang suara di level alfa.

    Aktivasi dilakukan setiap Sabtu-Minggu, saat anak-anak libur sekolah. Tiap sesi berlangsung enam jam. "Ada delapan trainer. Dua trainer utama, yang enam co-trainer bertugas mengawasi anak-anak," ujar ayah satu putri tersebut.

    Agar pelatihan berhasil, anak tak boleh datang dalam keadaan tertekan atau terpaksa. "Karena itu, di awal sesi kami hibur dulu dengan game dan hadiah-hadiah kecil. Pokoknya harus fun," katanya. Dengan alasan patuh kepada aturan lisensi, Nurhid menolak secara halus saat diminta untuk memutarkan musik gelombang alfa yang bisa "membangunkan" otak tengah itu.

    Peserta tiap pelatihan dibatasi, tak boleh lebih dari 30 anak. Usia minimal lima tahun dan tak boleh lebih dari 15 tahun. "Kalau kurang dari lima tahun, kemampuan komunikasinya belum maksimal dan fisiknya terlalu mungil," ujarnya.

    Kalau lebih dari 15 tahun, mental block-nya sudah terbangun. Apa itu mental block? "Ibarat CD atau flash disk, sudah terlalu banyak data di otak orang dewasa yang menghambat aktifnya otak tengah. Jadi, untuk memformat ulang agak susah walaupun sebenarnya bisa dengan menggunakan metode tertentu," jelas pria yang bergerak di bidang training SDM sejak 1997 itu.

    Setiya, trainer yang mendampingi Nurhid, menambahkan, aktivasi otak tengah bukanlah magis atau berbau supranatural. "Ini bukan jin, bukan sulap, bukan pula sihir," katanya, lalu tersenyum.

    Orang awam, lanjut Setiya, sering menyamakan training otak tengah dengan latihan ilmu tenaga dalam yang bisa melihat dengan mata tertutup. Bahkan, karena penasaran, seorang ustad di Sidoarjo, Jawa Timur, pernah meruqyah "metode mengusir jin atau menyembuhkan penyakit dengan membaca Al Quran" anak-anak alumnus pelatihan.

    "Alhamdulillah, hasilnya nihil dan beliau bersedia memberikan testimoni di website kami," katanya. Dia, Ustad Fathoni, pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi, Sidoarjo, Jawa Timur.

    Setiya mengatakan, aktivasi otak tengah itu banyak mempergunakan gelombang otak alfa. Gelombang otak alfa dibuktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan saat seseorang dalam keadaan rileks dan paling kreatif.

    Gelombang otak itu biasanya dominan pada saat bangun tidur atau santai di toilet, bahkan sedang berendam air panas di bathtub. "Jadi, tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes saat dia mandi karena otaknya sedang santai dan berada dalam kondisi terbaiknya," kata lulusan Psikologi UGM itu.

    Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang mirip radar. Hal itu membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang itu terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung. "Itulah mengapa Dik Ilyas dan teman-teman yang lain seakan-akan membaui bola," ujarnya.

    Dengan latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu "melihat" benda yang terletak lebih tinggi. Bahkan, ada beberapa anak yang dapat mendeteksi hingga 360 derajat. "Itu berarti bisa melihat benda atau seseorang di belakangnya," katanya.

    Agar lebih afdol, alumni pelatihan disarankan sering-sering mempraktikkan ilmunya. "Kami punya sesi parenting khusus untuk orang tua yang anaknya sudah mengikuti pelatihan. Kami beri tips agar kemampuan otak tengahnya tidak hilang atau tidur lagi," tutur ayah empat anak (tiga putri, satu putra) itu.

    Secara umum, ada tiga manfaat dari training otak tengah. Yakni, meningkatkan kemampuan afeksi, motorik, dan kognisi. "Untuk afeksi, misalnya, lebih santun dengan orang tua, dengan saudara kandung lebih ngemong, tidak mudah merengek atau merajuk," kata Setiya.

    Peningkatan kemampuan motorik, seperti didemonstrasikan Ilyas dan kawan-kawan, ditandai dengan semua indera akan menjadi lebih perasa. "Anak menjadi lebih lincah, refleksnya meningkat," katanya.

    Dari sisi kognisi biasanya ditandai dengan peningkatan prestasi di sekolah. "Kami punya tim yang memantau mereka. Kami juga berkomunikasi dengan gurunya dan mendapat laporan bahwa nilai dan respons mereka di kelas meningkat," ungkapnya.

    Apakah pelatihan tersebut tidak berbahaya secara medis" Dr Arfan Mappalillu SpS, ahli ilmu neurologi, mengatakan tidak ada efek samping apa pun dari pelatihan otak tengah itu. "Memang syaratnya anak harus tidak dalam keadaan tertekan," katanya saat diwawancarai Jawa Pos di Jakarta.

    Dokter saraf yang bertugas di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, itu menjelaskan, secara medis otak tengah benar-benar ada. "Otak tengah memang menjadi perbincangan kalangan ahli saraf sejak lama. Tapi, metode aktivasinya tergolong baru," tuturnya. Istilah otak tengah atau midbrain dikenal sejak ditemukannya ilmu anatomi sistem saraf. Otak manusia dibagi tiga bagian besar berdasar perkembangannya sejak masih janin dalam kandungan, yaitu prosencephalon (otak depan), rhom-bencephalon (otak belakang), dan me-sencephalon (otak tengah).

    Yang disebut otak tengah adalah bagian dari otak manusia yang letaknya antara otak depan dan otak belakang. Otak tengah tersusun dari inti sel saraf dan serabut saraf yang memiliki beberapa fungsi khusus. Bagian itu ibarat aluran atau lorong yang diapit kedua bagian otak itu. "Bisa diistilahkan sebagai penghubung atau jembatan," katanya.

    Bagian otak tersebut juga mengandung serabut saraf sensorik maupun motorik yang menghantarkan sinyal dari otak bagian distal menuju otak depan atau sebaliknya.

    Otak itu juga mengandung inti sel substansia nigra, yang menghasilkan zat dopamin, yang berperan dalam sistem gerakan tubuh. "Saya sudah mencermati dan mengikuti model training ini. Memang, selama dua hari otak tengah bisa langsung diaktifkan," ujarnya.

    Namun, agar lebih manjur, orang tua juga harus mengimbangi dengan aktivitas positif untuk anaknya. "Jangan lupa nutrisi dan gizi yang baik untuk perkembangan otak anak," ujar dokter Arfan.

    Sumber : Jawa Pos
     
    Artikel Lain :
    mandi dengan mata tertutup bisa tingkatkan memori

    hubungan kontak mata dan perilaku anak

    awas! memukul anak bisa bikin perilakunya makin buruk

    tips mengatasi perilaku buruk anak

    5 hal yang bisa anda pelajari dari anak

     
    Dibaca : 3480 kali

     

    OTAKTENGAHINDONESIA.COM
    Baping Training Centre
    Jl.Haji Baping No.56, Susukan Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia 13750
    HP : 0857-7969-8247, 0818-9510-70, 0812-1234-6758
    Fax. (021) 877-87912, Email : Info@otaktengahindonesia.com